Ini Penyebab BBM Solar Sering Habis di SPBU Rimbo Bujang – Tebo

Tebo, Potret.co.id – Kekurangan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar saat ini tentu merupakan suatu persoalan. Terutama bagi masyarakat yang bekerja menggunakan mesin berbahan bakar minyak tersebut.

Namun ironisnya, ditengah masalah yang sedang dihadapi pengendara saat ini masih banyak orang yang dengan sengaja menumpuk BBM jenis solar untuk dijual dengan harga yang tentu lebih tinggi dari semestinya.

Hal tersebut terlihat saat wartawan dari media Potret.co.id mencoba untuk menginvestigasi dibeberapa wilayah kawasan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Di pukul 21:00 Wib, Terpantau jelas sebuah mobil truk berwarna kuning sedang melakukan aktivitas menjual BBM jenis solar kepada seorang pemilik Pom Mini yang berada di Unit I, jalan II, Rimbo Bujang.

Foto : Kendaraan yang digunakan untuk aktivitas menjual BBM solar ke pengencer seperti Pom Mini di wilayah Rimbo Bujang-Tebo Jambi.

Kami berusaha mendekati aktivitas mereka, dan mencoba untuk meminta keterangan kepada pemilik truk yang menjual BBM tersebut, dan ia mengaku bahwa BBM yang ia bawa itu milik bosnya.

Ia juga mengatakan BBM itu ia dapatkan dari SPBU 24.372.31 Rimbo Bujang, dengan cara mengisi tangki mobil lalu disalin ke jerigen berukuran 30 liter, kemudian mengantri lagi selayaknya pengantri pada umumnya.

Mereka juga mengatakan sebagian minyak yang mereka dapatkan dibeli ke para supir truk pengangkut pasir.

Kami menyimpulkan, atas penjelasan mereka, sudah cukup banyak para supir truk yang ikut serta dalam penimbunan minyak demi keuntungan tanpa memikirkan resiko.

Selain pelanggaran, tentu juga membuat para pengendara lain yang ingin mengisi tangki mobil mereka harus antri dan menunggu beberapa jam demi mendapatkan BBM jenis solar tersebut.

Bahkan ada juga yang tidak kebagian karena ulah para penimbun yang nantinya akan dijual lagi kepada para penampungan yang lebih besar lagi, dan mereka menjual hasil tampungan tersebut ke pengencer seperti Pom Mini dan penampungan lainnya seperti aktivitas PETI yang menggunakan BBM jenis solar tersebut dengan harga yang lebih tinggi lagi.

Mereka juga mencoba mengelabui wartawan kami, dengan mengatakan mobil mereka cuma membawa 10 jerigen isi 30 liter perhari.

Namun faktanya, wartawan kami melihat didalam mobil mereka lebih dari 10 jerigen isi 30 liter, bahkan mobil mereka penuh dengan jerigen berisi BBM jenis solar semua yang siap untuk dijual kembali.

Wartawan kami menjelaskan kepada mereka, “Mau itu 10 jerigen atau lebih, ini sudah melanggar”.

Penimbunan dan penyimpanan BBM tanpa izin sendiri dilarang dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak dan perubahannya serta Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Setiap yang melakukannya akan dipidana 5 tahun dan denda paling tinggi Rp.50.000.000.000 (Lima puluh milliar rupiah).”

Ditempat yang sama, mereka juga memberikan nomor telepon pemilik atau bosnya yang juga warga Rimbo Bujang berinisial M.

Saat dihubungi melalui telepon seluler, dan wartawan kami bermaksud menanyakan apakah benar BBM jenis solar yang dijual mereka kepada pemilik Pom Mini miliki si M.

Dengan enteng tanpa merasa bersalah si M menjawab, benar minyak itu miliknya, dan M juga mengira kami adalah orang yang sering meminta jatah kepadanya.

“Benar minyak itu milik saya, tolong dibantu jangan sering-sering minta terus, kawan yang lain juga saya kasih terus,” Jawab M.

Dari sini kami menduga bahwa setiap orang yang meminta atau dikasih jatah oleh si M, juga mempunyai peran untuk melindungi kegiatan terlarang tersebut sehingga bisa berjalan dengan lancar tanpa tersentuh hukum.

Kami dari media Online Potret.co.id, berharap kepada pihak terkait maupun APH yang ada di Kabupaten Tebo untuk segera menindak lanjuti kegiatan seperti ini, demi mengindahkan apa yang sudah jadi peraturan dan undang undang.

Reporter : Ardi