Asik Berduaan Dikamar, Pasangan Bukan Suami Istri di Bungo-Jambi Ketangkap Basah Oleh Ibunya

Bungo, Potret.co.id – Sepasang kekasih di Desa Teluk Panjang, Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo-Jambi, harus menahan malu karena perbuatan yang mereka lakukan.

Berdasarkan informasi yang didapatkan media Potret.co.id, sepasang kekasih ini, si laki-laki berinisial R 27 tahun, dan si perempuan berinisial M 22 tahun.

Mereka ketangkap basah oleh ibu M sedang berduaan didalam kamarnya, sekitar pukul 01:00 pagi.

Atas kejadian tersebut, ayah M langsung melaporkan si R yang masih berstatus Ketua Pemuda di Desa nya itu ke pihak Lembaga Adat Desa Teluk Panjang, untuk menuntut pertanggungjawaban atas apa yang telah diperbuat oleh R didalam kamar anaknya di jam tersebut.

Setelah mendapat laporan, kemudian dilakukan sidang di rumah Kepala Kampung 01, bernama M.Zen.

Sidang tersebut juga dihari oleh beberapa Kepala Kampung, Ketua RT, Ketua BPD dan Anggota, serta Lembaga Adat.

Suasana sidang di Rumah Kepala Kampung 01, Desa Teluk Panjang, Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo-Jambi.

Dalam keputusan sidang, pihak lelaki dikenakan denda, dengan bunyi serba 20, dalam artian, uang sebesar Rp. 3.200.000, ditambah seekor kambing.

Namun pihak dari keluarga perempuan menolak atas denda yang dijatuhkan dalam sidang tersebut.

Pihak dari keluarga perempuan meminta didalam sidang, agar pihak lelaki membayar denda dengan bunyi yang serba 80,dalam artian, uang sebesar Rp. 6.400.000, dan pihak perempuan juga meminta didalam sidang itu, si perempuan tidak boleh dinikahkan dengan lelaki tersebut.

Atas penolakan tersebut, sidang yang berlangsung pada malam itu tidak membuahkan hasil.

Hal ini membuat pihak dari Kepala Kampung serta perangkat desa yang hadir malam itu melaporkan hasil sidang kepada pihak Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo-Jambi.

Kepada media ini, Kepala Kampung 01, M. Zen mengatakan, “Hasil laporan dari kantor Camat, harus mengadakan sidang satu kali lagi, kalau tidak ada juga penyelesaiannya, mungkin hal ini harus dibawa ke Lembaga Adat Kabupaten.”

Reporter : Abu Bakar