Diduga Oknum Karyawan PT.BMM Bungo-Jambi Pungut RP.100 Ribu/Truk untuk Memperlancar Proses Sortiran

Bungo, Potret.co.id – Hal tidak menyenangkan harus didapatkan setiap para sopir truk yang hendak ingin menjualkan buah kelapa sawit nya ke PT.Bina Mitra Makmur (PT.BMM) yang berlokasi di Desa Simpang Babeko, Kecamatan Bathin II Babeko, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Diduga setiap sopir yang ingin menjual buah kelapa sawit hasil dari kebunnya, harus menyetor uang dulu sebesar Rp.100 ribu per truk yang hendak melakukan penjualan.

Uang tersebut diterima oleh beberapa oknum yang bertugas menjaga tempat penyortiran. Dengan tujuan, sesudah menyetor, buah kelapa sawit yang mereka bawa terhindar sortir.

Hal ini disampaikan langsung oleh seorang supir truk yang biasa dipanggil Bang Jek 48 tahun.

Selain berstatus sebagai petani kelapa sawit, Jek juga mempunyai usaha penampungan buah kelapa sawit dari para petani kelapa sawit yang ada di desa nya.

Hasil dari tani dan tempat ia menampung buah kelapa sawit di desa nya, hampir setiap hari ia bawa untuk dijual di PT.Bina Mitra Makmur.

Namun ia dan teman-temannya merasa dirugikan, pasalnya, buah kelapa sawit yang mereka bawa di sortir tanpa seizin mereka.

“Sementara itu, buah kelapa sawit dari luar daerah lolos tanpa sortiran, dikarenakan adanya setoran.” Ucapnya.

Jek mengatakan, tujuan para supir menyetor uang tersebut, untuk memperlancar proses bongkar dan nimbang, tanpa ada buah kelapa sawit yang di sortir.

“Kebanyakan para supir truk yang dari luar daerah atau yang mau melakukan setoran. Kami yang putra daerah merasa sangat dirugikan, karena mereka tidak berani meminta kepada kami, imbasnya buah kelapa sawit yang kami bawa jadi sortiran,” Paparnya.

Ia juga bertanya, “Emang beda buah kelapa sawit kami yang putra daerah sama luar daerah apa.? Jangan karena mereka memberi setoran, buah yang mereka bawa lolos proses sortir.

Selama ini kami hanya bisa diam, dan menerima sebanyak apa jumlah timbangan bersih hasil dari sortiran. Sementara buah dari luar daerah, entah seperti apa mutunya, asalkan ada setoran, bisa di ditimbang tanpa ada sortiran dari petugas,” Tambahnya.

Ia berharap kepada pihak terkait agar cepat menyelesaikan permasalah seperti ini.

“Karena kami tau cara kerja perusahaan ini sudah tidak benar. Jangan gara-gara beberapa oknum yang bermain, perusahaan sebesar ini jadi rugi,” Harapnya.

Untuk menanggapi hal tersebut, media ini mencoba untuk mengkonfirmasi pihak perusahaan melalui telpon seluler dan via chat WhatsApp. Namun tidak mendapatkan jawaban.

Reporter : Abu Bakar