Gunakan Stempel Desa, Diduga Sekdus Teluk Panjang-Bungo, Palsukan Tanda Tangan Datuk Rio untuk Dapatkan Pinjaman Uang

Bungo, Potret.co.id Diduga Sekretaris Dusun (Sekdus) Teluk Panjang, Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo, berhasil melakukan niat buruknya memalsukan tanda tangan Datuk Rio (Kades) nya.

Hal itu dilakukan oleh Sekdus, untuk mendapatkan pinjaman dari Nurlaila, warga Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, yang biasa menjalankan pinjaman uang tunai di usaha keluarga.

Namun Sekdus tersebut memalsukan tanda tangan Datuk Rio nya, untuk mendapatkan pinjaman uang untuk keperluan pribadi, sebesar Rp 20.000.000 (Dua puluh juta rupiah).

Kejadian itu dilakukan oleh Sekdus, ditanggal 09-10-2020 yang lalu. Terdapat tanda bukti berupa kwitansi yang tertulis diatasnya, pinjaman sebesar Rp 20.000.000 (Dua puluh juta rupiah), dan dilanjutkan dengan tanda tangan Datuk Rio serta stempel Dusun (Desa).

Peristiwa ini sudah diketahui langsung oleh Amri Harun Datuk Rio Teluk Panjang, Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo.

Ia terkejut bahwa sekitar beberapa minggu yang lalu, ada seorang pemuda bernama Andre, yang merupakan anak dari almarhum Nurlaila, datang bertamu kerumahnya. Selain bertamu ia juga bermaksud untuk menanyakan masalah uang yang telah dipinjamkan oleh Sekdus nya, yang mengatasnamakan Datuk Rio lengkap dengan tanda tangan dan stempel Pemerintah Dusun.

“Dia datang ke rumah, maksud dan tujuannya baik, namun saya terkejut aja. Pasalnya saya tidak pernah meminjam uang sebesar itu, apa lagi memakai tanda tangan saya serta stempel Pemerintah Dusun ini,” Ucap Datuk Rio.

Datuk Rio juga menceritakan bahwa Andre mengatakan kepadanya, “Utang tersebut juga pernah diangsur oleh Sekdus, tapi sampai sekarang ini belum juga ada penyelesaiannya. Masalah ini jadi tanggung jawab Andre sebagai anak, karena mamanya sudah meninggal dunia.”

Kepada Andre, Datuk Rio berharap akan membantu menyelesaikan masalah tersebut, ia juga mengatakan kepada Andre, bahwa dirinya mengaku tidak mengetahui tentang masalah hutang ini, dan ia akan memanggil Sekdus tersebut.

Dilain hari, setelah melakukan pemanggilan, Sekdus tersebut menjawab dengan enteng, “akan menyelesaikan masalah ini.” Seolah tidak merasa bersalah, dengan apa yang telah ia lakukan itu.

“Saya tidak terima dan tidak senang dengan apa ia lakukan, dan saya takut saja ada masalah lain yang ia lakukan menggunakan nama saya dan desa untuk kepentingan pribadinya,” Jelas Datuk Rio kepada media ini dirumahnya. Selasa, (28/12/21).

Untuk diketahui, pemalsuan tanda tangan merupakan suatu bentuk kejahatan pemalsuan surat yang diatur dalam Bab XII Buku II KUHP yaitu pasal 263KUHP. Surat atau menyuruh orang lain untuk memakai (menggunakan) surat seolah-oleh isinya benar dan tidak palsu.

PasalĀ ini mengandung unsur motif, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun.

Reporter : Abu Bakar