Tidak Terima di Beritakan Aktivitas PETI di Desa Cilodang Unit 15-Bungo, Pelaku Ancam Wartawan

Foto ilustrasi

Bungo, Potret.co.id – Setelah heboh di media sosial (Medsos), tentang berita belasan set aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang menggunakan mesin dompeng di beberapa lokasi di daerah Desa Cilodang Unit 15, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Seorang diduga pelaku PETI mengancam wartawan yang melakukan peliputan aktivitas ilegal tersebut.

Pengancaman tersebut didapatkan oleh beberapa wartawan setelah berita aktivitas PETI di daerah Desa Cilodang Unit 15, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, viral di Medsos.

Ancaman itu didapatkan melalui pesan singkat di WhatsApp salah satu handphone wartawan yang melakukan peliputan aktivitas PETI di daerah Desa Cilodang Unit 15, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, beberapa waktu lalu.

Pesan tersebut berisi, “Kami dak ngusik org Y bg, Harimau tidur jangan sekali2 di ganggu y bg.” Pesan tersebut seolah mereka tidak senang dan memberi ancaman bagi wartawan yang sudah memberitakan aktivitas mereka.

Foto aktivitas PETI di salah satu lokasi yang berada di Desa Cilodang Unit 15, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Mendapat pesan yang menurut kami berisi ancaman bagi wartawan, kami langsung menghubungi Datin (Kades) Cilodang Unit 15, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Namun setelah dihubungi melalui telpon seluler, Datin tersebut tidak menjawab.

Merasa tidak putus asa, kami mencoba menghubungi melalui pesan singkat di WhatsApp, malah kontak kami langsung di Blokir oleh pemimpin di desa tersebut.

Menurut kami hal seperti itu tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin, kepada para awak media yang ingin melakukan konfirmasi, apa lagi di desa yang ia pimpin sedang maraknya aktivitas PETI.

Kami menduga Datin Cilodang Unit 15, ada apa-apanya di balik Aktivitas PETI yang beroperasi di Daerah yang ia pimpin tersebut. Sehingga ia merasa risih dan tidak nyaman dengan kehadiran kami.

Media ini berharap kepada Dinas terkait dan pihak penegak hukum agar menindaklanjuti kejadian dan aktivitas PETI di desa tersebut, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.(Abu)