Pemerintah Kota Jambi Pasca Pengetatan PPKM Layak Turun Level

Kota Jambi, Potret.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengklaim pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Jambi, levelnya layak diturunkan menjadi level 3. Sebab kasus COVID-19 di daerah itu menurun 49 persen, setelah 14 hari pengetatan PPKM level 4.

Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kota Jambi, Hendra menyampaikan dari tanggal 30 Agustus sampai 14 September tahun 2021, terjadi penurunan signifikan kasus COVID-19 di Kota Jambi.

Kasus COVID-19 yang ditangani di Kota Jambi pada tanggal 14 September tahun 2021, berjumlah 403 kasus. Sedangkan pada hari pertama pengetatan PPKM level 4 dimulai (23 Agustus), kasus COVID-19 yang diproses berjumlah 1.108 kasus.

“Kasus saat pengetatan PPKM level mulai turun. Pada pasca pengetatan kasus semakin melandai, hingga 49 persen. Dari sebelumnya 1.108 kasus, menjadi 403 kasus aktif di Kota Jambi,” ujarnya ketika memaparkan data COVID-19, Rabu (15/9)

Sedangkan angka kematian COVID-19, kata Hendra, belakangan ini masih terjadi, walaupun berbeda jauh dibandingkan pada hari pertama pengetatan PPKM level 4, yakni mencapai 11 orang yang meninggal dunia.

“Lalu, grafik angka kesembuhan COVID-19 di Kota Jambi, trennya naik. Dari hari ke hari terus meningkat angka kesembuhannya,” lanjutnya.

Ia pun mengatakan ada 13 rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Kota Jambi. Tingkat pasiennya mengalami penurunan menjadi 18 persen.

“Selain itu, kita juga punya data keterisian rumah isolasi milik pemerintah di Kota Jambi. Terhitung di tanggal 14 September tahun 2021, itu 8 persen. Sangat kecil,” tuturnya.

Dari penurunan kasus inilah PPKM di Kota Jambi di katakan layak turun level. Apalagi mendapatkan asesmen dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Asesmen dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk Kota Jambi sebenarnya kita sudah turun level 3. Nilai dan indikatornya cukup baik,” beber Hendra.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Jambi, Abu Bakar menyampaikan pengetatan PPKM level 4 yang sebelumnya dilakukan, merupakan kesepakatan bersama Forkopimda Kota Jambi dan Pemerintah Provinsi Jambi.

Abu bakar mengatakan Kota Jambi menjadi satu-satunya daerah di luar pulau Jawa dan Bali, yang menerapkan kebijakan tersebut.

“Kota Jambi merupakan satu-satunya Kota di luar pulau Jawa dan Bali yang melakukan pengetatan. Selama pengetatan berlangsung berjalan dengan baik,” ujarnya.

Tidak hanya kasus COVID-19 pasca pengetatan PPKM, Pemerintah Kota Jambi juga menunjukkan total kasus COVID-19 di daerah tersebut sejak awal pandemi COVID-19.

Sampai tanggal 14 September tahun 2021, total kasus COVID-19 di Kota Jambi berjumlah 9.157 kasus. Dari angka tersebut, kebanyakan pasien laki-laki sekitar 51,4 persen. Sedangkan perempuan sekitar 48,6 persen.

Ribuan orang terjangkit COVID-19 itu, 76,7 persen kalangan dewasa (berusia 18 sampai 60 tahun), kalangan lanjut usia sebanyak 9,9 persen, dan anak-anak hingga remaja sekitar 10 persen.(Red)