Dipecat Tanpa Pesangon, Ana Lukita: Kita Akan Panggil Pimpinan SPBU 24-372.44 Muaro Bungo

Bungo, Potret.co.id – Sungguh malang nasib yang di alami Nurhadi, yang baru saja di pecat dari tempat ia berkerja di SPBU 24-372.44 PT. Deeoz Sinar Energi.

Pasalnya, Nurhadi di pecat tanpa mendapatkan pesangon.

Nurhadi mengakui bahwa dirinya telah menerima Surat Pemberhentian kerja Sebagai Operator di SPBU 24-372.44 Kabupaten Bungo.

Dirinya telah dipecat atas kesalahan dan kelalaiannya selama bekerja di SPBU 24-372.44 Muara Bungo, namun dirinya mempertanyakan haknya sebagai Karyawan di SPBU.

“Awalnya saya bekerja di Jambi bersama Bapak Yopi Muthalib, setelah itu saya dipindahkan ke Kabupaten Bungo menjadi karyawan di SPBU 24-372.44. Saya bekerja sudah hampir 17 tahun terhitung sejak tahun 2005, dan saya menerima keputusan pimpinan untuk memecat saya, namun pesangon saya tidak dikeluarkan oleh Pimpinan tempat saya bekerja,” paparnya.

Ditempat berbeda, Ana Lukita Kadis Nakertrans Kabupaten Bungo saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Surat Pemberhentian Karyawan SPBU 24-372.44 Muara Bungo atas Nama Nurhadi belum ia terima.

“Saya belum ada menerima Surat Pemberhentian karyawan SPBU di PAL 3, namun Surat Tersebut ada tembusan ke Dinas Nakertrans,” Ucap Ana Lukita.

Ana Lukita menjelaskan bahwa setiap Perusahaan wajib memberikan Hak Karyawan karena di pecat. Dirinya mengaskan kepada pihak SPBU agar segera datang ke Dinas Nakertrans untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“SPBU 24-372.44 Muara Bungo yang berlokasi di Pal 3 sering sekali bermasalah dan sudah pernah kami tegur, dan sekarang timbul lagi masalah baru,” ungkap Ana Lukita.

Dedi Nuryanto selaku Manager Perusahaan di PT. Deeoz Sinar Energi SPBU 24-372.44 Muara Bungo Saat ditemui membenarkan bahwa adanya pemecatan terhadap karyawan bernama Nurhadi dan tidak mendapat Pesangon terhitung 25 Februari 2021.

Dedi mengatakan bahwa karyawan tersebut sudah diberikan Surat Peringatan Terakhir (Surat Peringatan 3), karena karyawan tersebut sering telat dan tidak masuk kerja tanpa keterangan.

“Memang benar Karyawan tersebut sudah diberhentikan dan itu atas Perintah Bos Pemilik SPBU,” ucap Dedi.

Dedi juga mengakui pernah memberikan uang sejumlah 5 juta kepada Oknum Wartawan untuk menutup kesalahannya, dan menyelesaikan masalah langsir minyak di SPBU 24-372.44 Muara Bungo.

“Iya Uang 5 Juta diambil dari gaji 16 karyawan SPBU untuk diberikan kepada Oknum Wartawan,” terangnya.(Abu)