Fasha lakukan sidak di Bandara Sultan Taha Jambi

Kota Jambi, Potret.co.id – Terkait intruksi Presiden Republik Indonesia (RI) untuk melarang penerbangan pesawat komersial, Domestik maupun internasional yang ada di Indonesia.

Tanggal 25 April 2020 Walikota Jambi Syarif Fasha melakukan sidak di Bandara Sultan Thaha Kota Jambi hingga memastikan intruksi presiden untuk larangan terbang bagi pesawat komersial yang ada di Indonesia, penerbangan domestik maupun internasional, sabtu (25/04/20).

Fasha mengatakan bahwa kondisi bandara saat ini sudah kosong dan tidak terdapat penerbangan sama sekali per-tanggal 25 April.

“Terakhir 24 kemarin masih ada 6 penerbangan dengan kedatangan 460 penumpang yang datang, namun hari ini kosong sama sekali,” ujar Fasha.

Di lihat di Round terdapat empat pesawat Round yang di ketahui crew telah dipulangkan dengan pesawat yang sudah round sampai dengan pengumuman dicabut oleh pemerintah pusat.

Pemerintah Kota Jambi sangat mengapresiasi yang di lakukan Presiden, bahwa ini merupakan salah satu untuk mengerem arus mudik balik ke daerah masing-masing.

“Ini juga untuk meringankan tugas kami di daerah yang memiliki bandara, selama ini kami harus memantau, memeriksa dan melakukan skrining Kepada penumpang-penumpang yang datang maupun perangkat,” Kata Fasha.

“Dengan hal ini dapat meminimalisir penyebaran virus Covid-19 dan mudah-mudahan dapat menjadikan masyarakat Indonesia dengan kebijakan dan keputusan yang telah diambil oleh Bapak Presiden,” Sambungnya.

Fasha mengucapkan terimakasih dan berharap Covid-19 cepat berlalu dari negeri Indonesia.

“Inilah do’a kami di daerah dan kami akan berjuang terus sampai Covid-19 ini sirna dari kota Jambi khususnya, dan provinsi Jambi umumnya,” bebernya.

Dengan langkah-langkah ini pemerintah Kota Jambi tidak mengatakan bahwa ini semua PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dimana langkah-langkah yang diambil pemerintah pusat yang salah satunya untuk meminimalisir.

“kita lihat yang mudik dan masih bandel, Kemarin pada saat video Conference dengan Menteri Dalam Negeri saya sampaikan agar di sampaikan kepada Menteri BUMN, karena pak presiden sudah mengatakan untuk melarang mudik. Namum pesawat-pesawat malah menurunkan tiketnya 50%, sama saja memancing orang untuk mudik.

Semenjak presiden mengatakan per-tanggal 24 terakhir pesawat komersial, nah itu sangat mengapresiasi sekali, karena pemkot tidak bisa menutup bandara, karena bukan kewenangan kami,”sambungnya.

Fasha juga mohon agar kiranya ada penerbangan kargo untuk dapat aktif, diketahui Pemkot masih memesan Alat Pelindung Diri (APD) dan membawa hasil PCR.

“kami butuhkan untuk urusan pengiriman dari Jakarta,” Harapnya.

Dengan tutupnya Bandara, petugas sementara ini di perbantukan di perbatasan-perbatasan dan nanti juga sopir taksi yang akan di perhatikan oleh pemerintah.

“Mereka yang bekerja dengan offshore bukan sebagai wadah-nya di BUMN,Angkasa Pura dan nanti akan di data kemudian di beri bantuan,” tutupnya.(Ri)