Pemerintah Kota Jambi Kembali Terima Bantuan dari Pelaku Kesehatan

Kota Jambi, Potret.co.id – Pemerintah Kota Jambi kembali mendapat bantuan dari para pelaku kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, yang di terima langsung oleh Walikota Jambi H. Syarif Fasha, bertempat di posko gugus tugas Covid-19 mako damkar Kota Jambi. Kamis (16/04/20).

Fasha mngatakan bahwa bantuan berupa suplemen untuk tenaga-tenaga medis ini langsung dan disalurkan ke petugas-petugas lainnya. karena ketahui saat ini jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sudah bertambah hingga jumlah yang positif juga sudah ada di kota Jambi.

“Kemungkinan ini akan bertambah lagi jumlah yang positif dan kami ucapkan terima kasih atas semua bantuannya,” ujarnya.

Fasha juga menerima bantuan program kartu BPJS ketenagakerjaan yang memang tahun 2020 ini seluruh tenaga non ASN di kota Jambi di ikutkan program BPJS Ketenagakerjaan.

“Tentunya mereka sudah tercover oleh BPJS apakah nanti terjadi kecelakaan pada saat kerja yang berakibat cacat fisik, meninggal dunia dan lain sebagainya.

Salah satu tugas kami, tidak hanya dengan BPJS Kesehatan Tapi BPJS Ketenagakerjaan juga melindungi seluruh tenaga non ASN yang ada di kota Jambi ini, termasuk yang nyapu Jalan, petugas kesehatan, pendidikan guru honor, ketua RT, tenaga cleaning service, protokol.

Semua di pemerintah kota Jambi sudah kita BPJS kan yang total 8000 lebih termasuk ketua RT,” sambungnya.

Keputusan Walikota untuk tenaga medis mereka akan kita berikan tambahan insentif terhadap Resiko yang mereka terima.

Dalam kesempatan itu juga, Fasha menjelaskan Terkait kenerapan PSBB, yang berdasarkan keputusan-keputusan presiden kesehatan bahwa banyak sekali sudah daerah yang melakukan PSBB tetapi ditolak.

Adapun pulau Sumatera yang baru disetujui untik menerapkan PSBB yakni kota Padang Sumatera Barat Kota Padang, Bukittinggi dan kota Pekanbaru.

“Jadi yang lain belum disetujui semua kalau kita mengacu kepada daerah lain Palembang lebih banyak positif sekitar 22 orang. Namun belum disetujui untuk menerapkan PSBB, Apalagi kita Provinsi Jambi ini, baru enam yang postif dan Kota Jambi satu. Jadi ya mungkin perlu perlu lagi kita berharap Jangan ada PSBB,” ujarny.

Fasha menjelaskan kalau di terapkan PSBB di Kota Jambi akan merontokkan perekonomi yang dimana kita belum siap untuk itu.

“yang kita lakukan ini sudah semaksimal mungkin dipatuhi insyaallah tidak akan berkembang saat ini,” tutupnya.(Ri)