Seorang Siswi Kelas 2 SD Diperkosa 4 Orang Kakak Kelasnya, Diduga Oknum Guru Alihkan Isu dengan Uang Rp.50 Ribu

Bungo, Potret.co.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Bungo kembali tercoreng oleh kelakuan bejad empat orang murid sekolah dasar.

Diduga akibat kelalaian guru, seorang siswi kelas II SD di Bungo harus kehilangan kehormatannya diumur yang masih belia. Sebut saja Bunga, bukan nama aslinya.

Bunga diperkosa dan digilir oleh 4 orang kakak kelasnya.

Kejadian memilukan ini terjadi dIkelasnya sekira pukul 9 pagi. Akibat kelalaian guru-gurunya tidak bisa memantau sampai terjadi perbuatan pelecehan seksual di sekolah tersebut.

“Saya ditarik kelokal dengan 4 laki-laki kakak kelas VI yang berinisial (RNG/TH/BD/L) lalu satu dari mereka yg berinisial (L) langsung mengunci pintu langsung saya digitu-gitu gantian dengan 3 orang sampek sakit ini saya, (daerah kemaluannya),” Tutur korban senin (09/03).

Perbuatan ini membuat Bunga terauma takut untuk sekolah melanjutkan pendidikanya.

Namun timbul isu, diduga oknum guru berinisial N memberi uang sebesar Rp. 50.000, kepada Bunga, supaya tidak mencritakan kejadian ini kepada orangtuanya.

“Saya takut untuk mengakui karna ibu guru yang berinisial (N) katanya mau memberi uang kepada saya Rp. 50.000, agar tidak menceritakan kejadian ini kepada orangtua,” tutur korban.

Selain itu, pelecehan seksual ini sangat merusak didalam lingkungan masyarakat dan pendidikan dikarnakan penyebab pengaruhnya teknologi yang mengakibatkan anak usia dini sudah memiliki strategi rencana yang sudah propesional.

Sementara itu, Y orang tua korban sayang menyesali kejadian ini.

“Saya tidak terima karna anak kami dibuat seperti ini, masa depannya sudah hancur, kami meminta kepada pihak berwajib untuk bisa memberikan tindakan yang adil seadilnya buat pembelaan bagi kami,” Ujarnya.

Dari keterangan 3 bidan yang berada, gadis cilik tersebut diperkosa oleh anak kecil pasalnya selaput keperawananya tidak sobek terlalu besar.

Namun masih berjalanya waktu sekarang masih dalam tahap pemeriksaan untuk menunggu bukti hasil visum.(Abu)