Sungai Penuh Tercatat Sebagai Wilayah Rawan Pelanggaran Pemilu

Potret.co.id – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, Bawaslu Provinsi Jambi sebut Sungai Penuh menjadi wilayah rawan pelanggaran pemilu di Provinsi Jambi.

Hal ini disampaikan Aprizal, anggota Bawaslu Provinsi Jambi, dalam konferensi pers terkait Indeks Kerawanan Pemilu (IPK), Pilkada serentak 2020 Provinsi di Bawaslu Provinsi Jambi, Rabu (26/02/2020).

Sebagaimana yang disampaikannya, bahwa dalam IPK tersebut, Sungai Penuh tercatat sebagai salah satu daerah rawan terjadinya pelanggaran pemilu.

Saat diwawancarai awak media, Fachrul Rozi sapaan Paul mengaku bahwa, dari hasil IKP Provinsi Jambi masuk dalam kategori rawan 4 besar untuk 9 Provinsi yang melaksanakan pemilihan Gubernur.

Sementara untuk Kabupaten/Kota, Sungai Penuh masuk kategori rawan tertinggi yaitu no 1 di Sumatra, dan no 8 untuk skala Nasional yang melaksanakan Pilakda.

“IKO ini adalah bagian dari tujuan  untuk mendeteksi dini atau bagian alat kami dalam melakukan pemetaan potensi yang bakal terjadi pada saat pelaksanaan pilkada 2020,” kata Paul.

Tambah Paul, IKP juga adalah upaya untuk pencegahan yang akan dilakukan oleh Bawaslu dalam pelaksanaan Pilkada 2020.

Adapun skornya yakni Sulawesi Utara adalah daerah dengan skor kerawanan tertinggi yaitu mencapai 86,42. Delapan provinsi lainnya a.l. Sulawesi Tengah (81,05), Sumatera Barat (80,86), Jambi (73,69), Bengkulu (72,08), Kalimantan Tengah (70,08), Kalimantan Selatan (69,70), Kepulauan Riau (67,43), dan Kalimantan Utara (62,87).

Berikut 15 Kabupaten/Kota yang tercatat dalam rilis tersebut :

1. Kabupaten Manokwari
2. Kabupaten Mamuju
3. Kota Makassar
4. Kabupaten Lombok Tengah
5. Kabupaten Kotawaringin Timur
6. Kabupaten Kepulauan Sula
7. Kabupaten Mamuju Tengah
8. Kota Sungai Penuh
9. Kabupaten Minahasa Utara
10. Kabupaten Pasangkayu
11. Kota Tomohon
12. Kota Ternate
13. Kabupaten Serang
14. Kabupaten Kendal
15. Kabupaten Sambas (cbf)