Soal Serapan Anggaran Lemah, DPUPR: Pergub Solusi Terbaik

Potret.co.id – Serapan anggaran Dinas PUPR Provinsi Jambi pada tahun 2019 hanya mencapai 84,3 persen, angka itu jauh dari target yang ditetapkan sebesar 94 persen. Akibatnya kritikan dan cibiran dari berbagai kalangan atas kinerja Kadisnya sebagai orang nomor satu di Instansi tersebut.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, M. Fauzi membenarkan bahwa apa yang dibicarakan sesuai fakta, serapan anggaran Dinas PUPR Provinsi Jambi tidak mencapai target yang ditetapkan. Ia mengatakan jika cibiran dan kritikan itu baik bagi pihaknya untuk terus berbenah ke arah yang lebih baik.

Rendahnya serapan anggaran tahun 2019 itu merupakan langkah terbaik yang harus di ambil pihaknya dalam kondisi saat itu, meskipun ia sadar betul jika cibiran dan kritikan terkait rendahnya serapan anggaran itu akan menjadi konsekuensi yang harus ia terima sebagai Kadis PUPR.

“Mungkin kalau kami membabibuta ini tercapai tapi bisa saja hasilnya tidak bagus bahkan bukan mustahil akan bermasalah dengan hukum,” kata Fauzi, Rabu (29/01/2020).

Pihaknya, tegas Fauzi, tidak mau memaksakan agar serapan anggaran itu mencapai target tanpa melihat proses dari pengerjaan dilapangan. Proses pengrjaan dilapangan, menurut Fauzi merupakan lebih utama daripada mengejar tingginya serapan anggaran, mengingat proses yang baik tentu akan membuahkan hasil yang baik.

Untuk itu, lanjut Fauzi, langka yang diambil pihaknya dengan memanfaatkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang perpanjangan hari kerja merupakan pilihan yang terbaik. Dengan adanya Pergub itu, sebut Fauzi, pekerjaan tetap dilanjutkan selama 50 hari kerja sedangkan pembayaran akan dilakukan dengan menggunakan APBDP Tahun 2020.

“Yang kami selamatkan itu uang negara, dengan kami tundanya pembayaran ini berartikan duit negara belum keluar. Dengan pihak Dewan juga sudah kita jelaskan bahwa yang kami utamakan itu fisik, karena yang mau dimanfaatkan itu fisik bukan uang,” tegas Fauzi.

Diakui Fauzi, memang ada yang kelemahan dari pihaknya sebagai pengelola anggaran pekerjaan umum Provinsi Jambi pada tahun 2019 silam. Tender yang lamban menjadi penyebab utama serapan anggaran itu rendah.

“Untuk itu saya mau untuk tahun ini dibulan April semua proses tender telah selesai sehingga sesudah itu kita tinggal fokus dengan pekerjaan dilapangan saja lagi,” tutupnya. (Ri)