DPRD Kota Gelar Dengar Pendapat bersama Dishub Kota Jambi

Jambi, Potret.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kota Jambi Gelar Dengar Pendapat (RDP) menyoroti beberapa hal terhadap Dinas perhubungan (Dishub) Kota Jambi, bertempat diruang komisi III DPRD Kota Jambi, Rabu (29/1).

Adapun yang disoroti di antaranya yakni terkait angkutan massal Trans Koja. Di mana anggota Komisi III Kota Jambi, kembali menanyakan bagaimana peran angkot dengan kehadiran Koja Trans. Apalagi dalam waktu dekat, dikabarkan pengembang Koja Trans akan menambah armada secara bertahap.

“Memang kita tahu, beberapa angkot akan diarahkan sebagai feeder atau armada penyambung ke Trans Koja. Nah, kan nanti ada subsidi. Ini kapan dilaksanakan, dan bagaimana mekanismenya,” ujar Umar Faruk, selaku ketua Komisi III Kota Jambi.

Lanjut Umar Faruk, memang diakuinya, dari hasil hearing tersebut, pihak Dishub Kota Jambi, tengah melakukan pendataan terhadap angkot mana saja yang nantinya berhak menerima subsidi. Ini juga untuk menghindari kecemburuan.

“Dalam rapat dengar pendapat tadi, mereka saat ini tengah mendata angkotnya. Mereka (Dishub,red) juga akan mengumpulkan sopir angkot dan memberikan pemahaman terkait hal tersebut, mana yang akan mendapatkan subsidi dan tidak. Agar tak ada kecemburuan,” jelasnya.

Selain itu, Umar Faruk berharap dengan adanya angkutan massal tersebut dapat memberikan kontribusi. Terutama dalam hal penyumbang PAD Kota Jambi. Hanya saja memang, diakuinya saat ini hal tersebut belum dapat dilakukan. “Saat ini masih retribusi saja. Soalnya berdasarkan MoU antara Pemkot dan Pengusaha itu baru berlaku di Januari 2021,”  jelasnya.

Sementara itu Kadishub Kota Jambi, Saleh Ridho menyebutkan, pada Februari ini akan ada penambahan armada Trans Koja sebanyak 14 unit. Kemudian pada Maret sebanyak 20 unit. Sementara untuk jumlah penumpang pada akhir pekan, bisa mencapai 700 penumpang. Pada hari biasa, mencapai 400 orang.

Terkait sorotan Komisi III DPRD Kota Jambi, Ridho mengatakan, memang tidak semua angkot dapat disubsidi. Hanya angkot yang menjadi feeder saja yang mendapatkan subsidi. “Kami lagi mendata itu, memang tidak semuanya. Tapi akan kami kumpulkan lagi memberikan pemahaman kepada sopir angkot akan hal ini.” Pungkasnya.(Ri)