Walikota Fasha Pimpin Penandatanganan Perjanjian ASN

Potret.co.id – Wali Kota Jambi Sy Fasha bersama Wakil Wali Kota Jambi Maulana memimpin penandatanganan perjanjian kinerja di lingkungan pemerintah kota (pemkot) Jambi, Senin (27/1/2010) pagi.

Penandatanganan dilakukan di ruang pola kantor Wali Kota, mulai dari Sekda Budidaya, para asisten, staf ahli, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan Camat.

Fasha kembali menegaskan pentingnya meningkatkan kinerja para Aparatur Sipil Negara (ASN). Dirinya juga menyampaikan dasar penandatanganan ini.

“Hal ini bukan tanpa alasan, yang pertama dasarnya adalah undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, yang kedua adalah Peraturan Presiden nomor 29 tahun 2014 tentang SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah), yang ketiga adalah Peraturan Menteri PAN-RB nomor 53 tahun 2014 tentang perjanjian kinerja,” ujar Fasha dalam sambutannya.

Dijelaskan Fasha, UU nomor 5 tahun 2014 tentang ASN mengamanatkan bagaimana menata dan merencanakan manajemen ASN.

“Peraturan Presiden juga telah mewajibkan kita untuk melaksanakan yang namanya SAKIP, yaitu sistem akuntabilitas dan juga kinerja instansi pemerintah.”

“Di sini pertanyaannya apa yang dimaksud dengan akuntabilitas, karena kita banyak menyebut saja akuntabilitas tapi mungkin ada yang tidak tahu dengan akuntabilitas. Akuntabilitas adalah bentuk pertanggungjawaban kita pejabat-pejabat, aparatur sipil negara ke atas ke bawah maupun ke samping,” tegas Fasha.

Kabag Organisasi setda kota Jambi, Noverintiwi Dewanti menyampaikan maksud dan tujuan acara.

” Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah yang pertama, sebagai wujud nyata komitmen untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur.

“Kedua menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur. Ketiga, sebagai dasar penilaian keberhasilan atau kegagalan mencapai tujuan dan sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan dan sanks.”

“Keempat, sebagai dasar bagi pemberi amanah untuk melakukan monitoring, evaluasi dan supervisi atas perkembangan kemajuan kinerja penerima amanah. Dan kelima sebagai dasar penetapan sasaran kinerja pegawai,” tutup Noverentiwi.

Kepada wartawan usai acara, Fasha kembali menegaskan pentingnya ASN memperhatikan kinerjanya. Dengan penandatanganan ini, kata Fasha, dijadikan sebagai salah satu fungsi kontrol terhadap ASN.

“Ini adalah salah satu alat kami untuk melihat dan evaluasi terhadap OPD yang tidak mencapai sasaran kinerja. Biasanya setelah satu tahun kami akan melakukan asesmen. Asesmen kami lakukan terhadap OPD yang tidak tercapai sasaran kinerja.”

“Tadi kami tekankan tidak hanya pada sebatas perjanjian kinerja, tapi ada beberapa hal yang terkait dengan inovasi, terkait dengan disiplin dan lain sebagainya.

“Kami harapkan kepada OPD dan juga pejabat eselon 2 mauapun camat yang sudah menandatangani perjanjian kinerja ini untuk dilaksanakan sebaik-baiknya dengan penuh tanggungjawab dan dijabarkan ke jajaran di bawahnya,” tegas Fasha.

Ia juga meminta kesungguhan ASN dalam bekerja. Totalitas seorang ASN, tambah Fasha, akan menumbuhkan rasa memiliki.

Pada akhirnya, capaian kerja menjadi maksimal dan akan dinikmati warga secara keseluruhan.

“Jadi totalitas itu kan adalah sasaran capaian tujuan kita, apabila kita secara totalitas melaksanakan capaian kinerja ini maka akan ada loyalitas.”

“Tetapi kalau kita tidak total, misalnya terhadap sasaran dan target kita 100%, kita hanya melakukan 50%, otomatis dia tidak loyal. Itu saja.”

“Tapi kalau dia capai itu 100%, itu otalitas dan loyalitas. Kenapa, karena dia pasti mematuhi yang sudah ditandatangani oleh pemberi amanah,” pungkas Fasha.(Ri)