Pembukaan MTQ Ke 49 Tingkat Provinsi Berlangsung Sukses

Bungo, Potret.co.id – Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Jambi Ke 49 di Kabupaten Bungo, resmi dibuka oleh Gubernur Jambi H Fachrori Umar, di arena MTQ baru Rimbo Tengah, Sabtu (16/11) malam.

Pembukaan tersebut dihadiri oleh Bupati/Walikota se-Provinsi Jambi, anggota DPRD RI, dapil Jambi, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jambi, Wabup Bungo, ketua TP-PKK Provinsi, Ketua TP-PKK Bungo, ketua GOW Bungo, unsur forkompimda Jambi dan Bungo serta tamu undangan lainnya.

Bupati Bungo H Mashuri, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada semua kafilah serta tamu undangan yang hadir. MTQ kali ini, bukan sekedar untuk mencari siapa juara atau hadiah saja, namum lebih kepada memahami isi kandungan Alquran itu sendiri.

“Dengan MTQ ini, bisa menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Alquran, sekaligus sebagai syiar islam di tengah kehidupan masyarakat kita. Karena ditengah pengaruh globalisasi generasi kita perlu dipersiapkan untuk memaknai Alquran itu sendiri,” ucap Bupati Hamas.

Mashuri juga mengucapkan terima kasih banyak kepada Gubernur Jambi yang telah  mempercayai Kabupaten Bungo sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi ke 49. Sekaligus terima kasih juga kepada H Ismail yang sudah menghibahkan tiga hektar lahan untuk lokasi MTQ ini.

“Semua bangunan yang ada sekarang dikerjakan pada tahun 2019, sudah kita juga digenjot supaya semua rangkaian MTQ tingkat Provinsi berjalan dengan lancar. Ada 1000 peserta yang ikut dalam MTQ ini. Selain panggung utama, pemondokan bagi kafilah sudah kita siapkan,” ujarnya.

Sementara Gubernur Jambi, H Fachrori Umar saat sambutan mengatakan, bahwa ia sangat mengapresiasi seluruh rangkaian pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi di Kabupaten Bungo.

MTQ juga untuk mensyiarkan kalimat – kalimat Allah SWT, juga mengandung nilai agama. Karena bisa membangkit semangat bagi generasi muda untuk gemar membaca dan memahami isi kandung Alquran.

“Mari kita jadikan MTQ ini sebagai sarana bagi kita semua untuk lebih gemar membaca Al-quran, sekaligus media untuk memeliharaan kemuliaan Al-quran dan menggali makna yang terkandung didalamnya kemudian dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.(Ota)