Anggota DPRD Tebo yang Melakukan Pemalsuan, Terancam 10 Tahun Penjara

Tebo, Potret.co.id – Kasus pengunaan gelar palsu oleh tersangka anggota DPRD Tebo dari partai Gerindra Jamawarzi, terancam hukuman 10 tahun penjara atau denda sekitar Rp1 miliar. Hal ini dikatakan langsung oleh Kapolres Tebo melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Reidho Syawaluddin Taufan S.I.K, Kamis (3/9).

“Tersangka kita kenakan UU Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi. Pasal yang diduga dilanggar adalah Pasal 28 ayat (7) yang berbunyi perseorangan yang tanpa hak dilarang menggunakan gelar akademik. Gelar profesi gelar vokasi. Undang undang RI Nomor 2003 tentang sistem pendidikan nasional, ancamannya 5 tahun penjara atau denda Rp500 juta,” kata Riedho saat confrence Pers di Mako Polres Tebo.

Riedo menjelaskan jika tersangka mendapatkan gelar akademik berupa Sarjana Hukum (SH), berikut ijazahnya dari Universitas Ibnu Chalbun di Jakarta. Namun ia mengatakan cara mendapatkannya tanpa melaksanakan kegiatan perkuliahan. Jadi tersangka mendapatkannya dengan cara membayar sekitar Rp30 juta.

Setelah mendapat ijazah tersebut. tersangka mencantumkan gelarnya tersebut di SIM, KTP, KK dan juga digunakan untuk pelaksanaan Pemilu beberapa bulan yang lalu.

“Jadi gelar yang seharusnya tidak digunakan oleh tersangka namun digunakan untuk identitas tersangka,” ujar Riedho.

Terkait kasus ini, pihaknya menyita sejumlah barang bukti dari tersangka berupa Kartu Keluarga (KK), Ijazah, Skripsi serta berkas terkait pendaftaran Pemilu.

Saat pendaftaran pemilu calon legislatif kemarin tersangka mengunakan Ijazah SMA, tidak mengunakan ijazah S1. namun gelarnya tetap dicantumkan,” ungkapnya.

Dari keterangan KPU, Riedho menjelaskan jika mereka mengunakan gelar sesuai dengan yang tercantum di KTP. Karena di KTP gelar tersangka adalah SH, jadi persyaratan yang di gunakan adalah gelar gelar SH.

Berkas tersangka sudah P21 sejak 27 September 2019 kemarin. Saat ini pihaknya masih menunggu pelimpahan ke kejaksaan.

“Kita tinggal menunggu pelimpahan ke kejaksaan kalau sudah siap kami akan melakukan pelimpahan terkait barang bukti dan tersangka ke kejaksaan.

Reporter: Ilyas Gunawan