Fachrori: Kesiapan Hadapi Karhutla Harus Terus Ditingkatkan

Riau, Potret.co.id – Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum mengemukakan bahwa kesiapan Tim Satgas Karhutla serta semua pihak terkait dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus terus ditingkatkan, agar jangan sampai terjadi karhutla yang semakin meluas, apalagi jangan sampai terjadi kabut asap, yang tentunya sangat merugikan Provinsi Jambi. Hal tersebut dikemukakan Fachrori usai mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi dan Antisipasi Pengendalian Karhutla Semester I Tahun 2019, yang berlangsung di Bertuah Hall, Hotel Pangeran Pekanbaru, Riau, Kamis (18/07). Pada rakor tersebut, Danrem 042 Garuda Putih, Kol.Arh Elphis Rudy,M.Sc, selaku Ketua Tim Satgas Karhutla Provinsi Jambi turut mendampingi Gubernur Jambi.

Fachrori menjelaskan, meskipun kondisi Provinsi Jambi untuk tahun 2019 sampai saat ini, minim kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan tercatat hanya 1 kabupaten yang menyatakan siaga karhutla, yaitu Kabupaten Batanghari, namun Tim Satgas Karhutla beserta semua pihak terkait, semua pemangku kepentingan, harus benar-benar siap menghadapi karhutla, dengan penekanan mencegah terjadinya titiik-titik api yang baru.

“Kondisi kita sampai dengan bulan Juli 2019, hanya Kabupaten Batanghari yang menyatakan siaga karhutla, sedangkan kabupaten/kota lainnya masih dalam keadaan aman. Untuk itu, Provinsi Jambi belum menyatakan siaga terhadap karhutla sampai bulan Juli 2019 ini,” ujar Fachrori.

Fachrori mengatakan, pada tahun 2019 di Provinsi Jambi terdapat titik api (hotspot) sebanyak 99 dan luas lahan yang terbakar seluas 72,6 hektare. Hal ini mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan dengan tahun 2018, yaitu sebanyak 338 hotspot sedangkan luas lahan yang terbakar seluas 970,16 hektare.

“Alhamdulillah, terkait karhutla pada tahun 2019 di Provinsi Jambi mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan tahun 2018. Semuanya mengalami penurunan, baik dari jumlah hotspot maupun luas lahan yang terbakar,” kata Fachrori.

Lebih lanjut, Fachrori mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan beberapa upaya penanganan karhutla untuk menindaklanjuti arahan presiden RI antara lain, membentuk posko satgas pencegahan dan pengendalian karhutla, melakukan deteksi dini melalui pemantauan hotspot, menetapkan status siaga darurat karhutla lebih dini.

“Jadi, kita telah melakukan beberapa upaya terhadap penanganan karhutla untuk menindaklanjuti arahan dari bapak Presiden RI. Kita dengan tegas memberikan sanksi pidana bagi pelaku pembakaran hutan, lahan, dan kebun,” ungkap Fachrori.

Fachrori mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena itu merupakan salah satu penyebab utama karhutla. “Saya juga mengingatkan tim Satgas Penanggulangan Karhutla untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap wilayah yang rawan terhadap kebakaran,” ujar Fachrori.(Hms)