Dianggap Tidak Sesuai, Rio Tanah Bekali Diduga Bermain Harga Dalam Pebelian Tanah TPS & TPU

Bungo, Potret.co.id – Sempat jadi persoalan pembelian tanah yang akan digunakan untuk membuat Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan pembelian tanah untuk kuburan di Dusun Tanah Bekali, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo hingga kini menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat.

Pasalnya, harga pada pembelian tanah tersebut berbeda jauh dari pengakuan pemilik tanah dan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) yang diakui oleh Bendahara Dusun Tanah Bekali, yang diduga telah dimark up oleh Rio Desa Tanah Bekali.

Dari penuturan Lukman, selaku penjual tanah, yang juga merupakan warga Dusun Tanah Bekali yang telah menjualkan tanahnya untuk pembuatan tempat pembuangan sampah dengan harga Rp.41 juta, dengan luas wilayah berkisar lebih kurang setengah hektar.

“Sayo menjual tanah tu dengan hargo Rp. 41 juta, kalu luas lebih kurang setengah hektar lah,” ungkap Lukman dengan menggunakan bahasa daerah.

Sama halnya dengan pengakuan H Pian, selaku pemilik tanah, yang tanahnya bakal dijadikan menjadi tanah pemakaman Dusun Tanah Bekali. Ia mengatakan jika tanahnya dibeli oleh Pemerintah Dusun Tanah Bekali dengan ADD itu, senilai Rp.25 juta. Namun, dalam SPJ dicantumkankan pada pembelian 2 bidang tanah itu tidak sesuai.

Terpisah, dari pengakuan Bendahara Dusun Tanah Bekali yang mengatakan, Dalam SPJ pembelian dua bidang tanah itu, seperti tanah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) itu dengan harga Rp.50 juta. Sementara untuk pembelian tanah pemakaman dalam SPJ dengan harga Rp.29 juta.

“Harga tanah TPS itu Rp.50 juta pak, kalau tanah pemakaman itu, harganya Rp.29 juta,” terang bendahara Dusun Tanah Bekali.

Dengan demikian, diduga telah terjadi kerugian negara sebesar Rp. 13.000.000,-. Dimana harga riil pembelian tanah itu sudah jelas, tanah TPS Rp. 41.000.000, dan Tanah pemakaman Rp. 25.000.000,. Berarti, harga yang diterima kedua penjual itu berkisar total Rp. 66.000.000,. Sedangkan pada SPJ tercantum lain, dengan harga tidak sesuai. Dan ada dugaan mark up yang dilakukan Oknum Rio tersebut, yang telah melawan hukum dengan merugikan Negara.

Reporter: Abu Bakar