Fachrori : Pemprov Terus Berupaya Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja

Jambi, Potret.co.id – Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terus berupaya meningkatkan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Gubernur Jambi Fachrori Umar secara langsung melepas keberangkatan Peserta Pelatihan Tahap II ke Lembang bagi Calon Pemagang ke Jepang, bertempat di Pelataran Rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu (15/6/2019). Pemerintah Provinsi Jambi memberangkatkan 40 orang calon pemagang (laki-laki) peserta pelatihan ke Lembang yang nantinya akan magang di Jepang.

40 orang calon pemagang tersebut terdiri dari: 10 orang dari Kabupaten Kerinci, 6 orang dari Kota Jambi, 5 orang dari Kabupaten Muaro Jambi, 4 orang dari Kabupaten Sarolangun, 4 orang dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, 3 orang dari Kabupaten Merangin, 3 orang dari Kabupaten Batanghari, 2 orang dari Kota Sungai Penuh, 2 orang dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 1 orang dari Kabupaten Tebo. Selain 40 orang peserta dari Provinsi Jambi, ada 3 orang peserta titipan dari Provinsi Bengkulu yang mengikuti pelatihan, karena pusat pelatihannya berada di Provinsi Jambi.

Fachrori mengemukakan, kegiatan ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja yang ada di Provinsi Jambi agar dapat bersaing dengan tenaga kerja dari daerah lainnya, bahkan dari negara lain.

“Bukan hal yang mudah dalam melaksanakan program peningkatan kompetensi dan keterampilan ini, namun bukan berarti kita tidak bisa. Hal terpenting yang perlu kita perhatikan adalah harus adanya peningkatan koordinasi dan sinergitas program dengan stakeholder terkait,” ujar Fachrori.

Fachrori mengharapkan agar kegiatan ini menjadi cikal bakal tumbuhnya tenaga kerja baru yang memiliki kompetensi dan keterampilan dan nantinya setelah magang dapat menciptakan lapangan kerja baru, tidak hanya untuk dirinya, melainkan untuk masyarakat luas, khususnya masyarakat Provinsi Jambi.

“Kita menyadari, saat ini pertumbuhan lapangan kerja belum seimbang dengan pertumbuhan penduduk, sehingga persaingan untuk memasuki lapangan pekerjaan sangat ketat. Kita juga dihadapkan dengan masih rendahnya kualitas pengetahuan dan keterampilan dari para pencari kerja yang ada di daerah,” kata Fachrori.

Fachrori menjelaskan, permasalahan peningkatan kualitas dan produktivitas calon tenaga kerja bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, namun menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, perguruan tinggi, calon tenaga kerja, serta dunia usaha. Pada dasarnya, Pemerintah Pusat sebagai regulator dan Pemerintah Daerah lebih bersifat sebagai fasilitator.

“Untuk itu, kepada semua pihak yang menyiapkan tenaga kerja harus senantiasa menyesuaikan dengan spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh dunia usaha maupun dunia industri,” jelas Fachrori.

Lebih lanjut, Fachrori berpesan kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti pelatihan secara seksama dengan tetap memegang teguh sikap disiplin dan kejujuran yang tinggi, bisa menyesuaikan diri dengan adat budaya setempat, dan harus menjaga nama baik bangsa Indonesia, khususnya nama baik Provinsi Jambi.(Ri)